Dalam dunia bushcraft—seni bertahan hidup dan berkreasi di alam bebas menggunakan sumber daya alam—pisau bukan sekadar alat potong. Pisau adalah perpanjangan tangan Anda. Mulai dari membuat pasak tenda, membelah kayu bakar (batonning), hingga menyiapkan bahan makanan, semua bergantung pada satu bilah besi ini.
Bagi pemula, melihat deretan pisau di toko outdoor bisa sangat membingungkan. Ada yang terlihat gagah bak pisau rambo, ada yang kecil namun mahal. Namun, pisau bushcraft yang baik sebenarnya tidak harus terlihat menyeramkan. Ia hanya butuh satu hal: fungsionalitas yang tangguh.
Berikut adalah panduan praktis memilih pisau bushcraft pertama Anda agar tidak salah investasi.
1. Konstruksi Tang: Pilih “Full Tang”
Ini adalah poin paling krusial. Full Tang berarti bilah besi pisau memanjang terus dari ujung tip hingga ke ujung pegangan (handle).
- Mengapa penting? Pisau full tang jauh lebih kuat dan tidak mudah patah saat digunakan untuk pekerjaan berat seperti memukul bagian punggung pisau guna membelah kayu.
- Hindari: Pisau dengan rat-tail tang (besi tipis di dalam pegangan) untuk kegiatan berat karena rawan patah di sambungan pegangan.
2. Jenis Bilah: Karbon vs Stainless Steel
Ada dua kubu besar dalam material pisau, dan masing-masing punya karakter unik:
- High Carbon Steel: Sangat tajam dan mudah diasah kembali di tengah hutan. Kelemahannya, ia mudah berkarat jika tidak dirawat. Cocok bagi Anda yang rajin merawat alat.
- Stainless Steel: Tahan karat dan minim perawatan. Namun, biasanya lebih sulit diasah jika sudah tumpul di lapangan. Cocok untuk penggunaan di daerah lembap atau bagi pendaki yang tidak ingin repot.
3. Bentuk Asahan: Scandi Grind adalah Raja
Cara mata pisau diasah (grind) sangat menentukan performanya. Untuk bushcraft, bentuk Scandi Grind adalah yang paling direkomendasikan.
- Ciri khas: Mata pisau yang rata tanpa ada lekukan tambahan (secondary bevel).
- Keunggulan: Sangat stabil saat mengupas kayu dan sangat mudah diasah oleh pemula karena sudutnya yang jelas.
4. Ukuran yang Ideal: Bukan Panjang, Tapi Pas
Banyak pemula mengira semakin besar pisau, semakin baik. Faktanya, pisau yang terlalu besar sulit digunakan untuk pekerjaan detail seperti mengukir kayu.
- Panjang Bilah: Carilah yang memiliki panjang sekitar 10 hingga 12 cm. Ukuran ini cukup besar untuk membelah kayu, namun cukup kecil untuk kontrol yang presisi.
- Ketebalan: Pilih ketebalan antara 3 mm hingga 4 mm agar pisau cukup kokoh dan tidak lentur saat ditekan.
5. Desain Pegangan dan Punggung Pisau
- Pegangan (Handle): Pilih yang nyaman digenggam dan tidak licin saat basah. Bahan seperti kayu keras, karet, atau Micarta sangat populer. Hindari pegangan yang memiliki banyak lekukan jari tajam karena bisa menyebabkan tangan lecet saat pemakaian lama.
- Punggung Pisau (Spine): Cari pisau dengan punggung yang memiliki sudut tajam 90 derajat. Gunanya? Agar Anda bisa memantik batang ferro rod (pemantik api) menggunakan punggung pisau tanpa merusak mata pisaunya.
Kesimpulan
Pisau bushcraft terbaik bukanlah yang termahal, melainkan yang paling Anda percayai saat berada di tengah hutan. Bagi pemula, mulailah dengan pisau full tang berukuran sedang dengan Scandi grind. Ingatlah bahwa pisau adalah alat, bukan mainan. Selalu jaga ketajamannya dan rawatlah dengan baik, maka ia akan menjaga Anda di alam liar.
